343 Narapidana Cipinang Dibebaskan, Wajib Lapor Lewat Video Call

Home / Berita / 343 Narapidana Cipinang Dibebaskan, Wajib Lapor Lewat Video Call
343 Narapidana Cipinang Dibebaskan, Wajib Lapor  Lewat Video Call Suasana di Rutan Klas I Cipinang, Rabu (1/4/2020). (foto: Humas Rutan Klas I Cipinang/TIMES Indonesia)

TIMESKUPANG, JAKARTA – Sebanyak 343 narapidana di Rutan Klas I Cipinang, Jakarta hari ini dibebaskan, guna mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Rutan dan Lapas Indonesia yang sudah kelebihan kapasitas. Mereka yang dibebaskan sudah mendapatkan hak integrasi dan asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

Karutan Klas I Cipinang, Muhammad Ulin Nuha mengatakan, mereka yang mendapat hak asimilasi dan integrasi dari pemerintah dikenakan wajib lapor.

"Dikenakan wajib lapor satu minggu sekali ke Bapas (Badan Pemasyarakatan). Tapi wajib lapornya enggak harus datang, bisa via online," kata Ulin dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Selain dikenakan wajib lapor, mereka tak diperbolehkan berkeliaran bebas sesuai tujuan pemerintah memberikan hak asimilasi dan integrasi.

Yakni guna mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Rutan dan Lapas Indonesia yang sudah terlampau kelebihan kapasitas.

"Harus di rumah, enggak boleh ke luar kota. Karena tujuannya kan agar mereka tak berkumpul. Mereka juga kita pantau, dipantau petugas Rutan dan Bapas," ujarnya.

Ulin menuturkan 343 napi Rutan Klas I Cipinang yang mendapat hak asimilasi dan integrasi diharuskan wajib lapor di sisa masa tahanannya.

narapidana Cipinang yang dapat asimilasi sudah menjalani setengah masa pidana, sementara integrasi sudah menjalani dua per tiga vonis. "Kalau ketahuan melanggar, apalagi sampai berpergian ke luar kota akan kita jemput kembali. Jadi selama masa asimilasi dan integrasi tetap kita pantau, lewat video call," tuturnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com