KLHK Gagalkan Selundupan Kayu Ilegal Senilai Rp 12 Miliar

Home / Berita / KLHK Gagalkan Selundupan Kayu Ilegal Senilai Rp 12 Miliar
KLHK Gagalkan Selundupan Kayu Ilegal Senilai Rp 12 Miliar Penangkapan penyelundupan kayu oleh tim gabungan KLHK. (FOTO: Dok. KLHK)

TIMESKUPANG, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengagalkan selundupan 40 kontainer yang berisi kayu ilegal berjenis merbau dengan nilai barang bukti sekitar Rp 12 miliar.

Operasi ini, dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Ditjen Gakkum) KLHK, Balai Gakkum LHK Jabalnusra, beserta Komando Armada II (Detasmen Intelijen) mampu mencegah dua kontainer industri kayu-kayu ilegal yang berasal dari Papua Barat.

Menurut, Ditjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, opersi pengerebekan dilakukan dari berbagai wilayah Indonesia.

"Hasil temuan tim di lapangan, pada operasi di PT. SUAI yang berlokasi di Gresik, berhasil mengamankan tiga kontainer. Selanjutnya, dilakukan di industri CV. MAR yang berlokasi di Pasuruan, berhasil mengamankan tiga kontainer serta tiga puluh empat kontainer di Depo SPIL Tanjung Perak," ungkap Rasio Ridho secara tertulis, Jakarta, Jumat (8/12/2018).

Pengangkutan ilegal kayu merbau sebanyak 40 kontainer oleh kapal HJ dari Pelabuhan Sorong menuju Surabya, terindikasi oleh Ditjen Gakkum beradasarkan informasi intelijen dan analisis data. Selanjutnya, dilakukan penelusuran dan pengerebakan oleh tim gabungan di Gresik dan Pasuruan.

penyelundupan-kayu-2.jpg

Rasio Ridho, menegaskan perang terhadap pembalakan liar di Pulau Papua terus digencarkan pemerintah. Namun, pemerintah belum sampai menyentuh otak pelaku dari pemodal besar. Hal tersebut, disebabkan tawaran menggiurkan dari mafia-mafia logging yang berada luar Papua.

"Oleh karenanya, Ditjen Gakkum terus berupaya meningkatkan kualitas penegakkan hulum dan kasus-kasus LHK hingga dapat menjerat korporasi serta pemodal-pemodal kejahatan," pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com